twitter @endikkoeswoyo

I Love You itu alat, a miss you itu tujuan -

twitter @endikkoeswoyo

Some time love make me wrong, sometimes love make me strong -

twitter @endikkoeswoyo

Cintai aku dengan caramu, karena aku mencintaimu dengan caraku -

twitter @endikkoeswoyo

Cinta itu tidak penah pergi ke mana-mana, tetapi manusianya yang terkadang memilih pergi -

twitter @endikkoeswoyo

Berdirilah di sampingku, agar kita bisa berjalan bersama, supaya kita bisa saling mengingatkan. Bedirilah di sampingku, agar lebih muda aku melihat senyummu -

Jumat, 23 Desember 2016

INI BUKAN SOAL TELOLET, TAPI INI SOAL MENULIS


INI BUKAN SOAL TELOLET, TAPI INI SOAL MENULIS

Oleh : Endik Koeswoyo
 

Siapa yang tidak tau Om Telolet Om? Pertanyaan sederhana yang sudah pasti kita ketahui jawabannya. Telolet sudah menjadi viral di Indonesia dan dunia, mewabah kemana-mana bak sebuah virus. Ya begitulah saudaraku semuanya, bahagia itu memang sederhana, cukup teriak “Om Telolet Om” ketika bus lewat, lalu berbunyilah klakson bus, kemudian jingkrak-jingkak girang. Sangat-sangat sederhana bukan untuk bahagia itu? Tapi hati-hati jangan sampai mengganggu lalu lintas apalagi membahayakan diri sendiri bahkan orang lain. Demam telolet boleh, ikutan telolet juga boleh, tapi sekali lagi jangan sampai menggangu kelancaran lalu lintas apalagi sampai nekat menghadang bus beramai-ramai.

Tapi tulisan ini bukan akan membahas soal telolet, tetapi tulisan ini lebih kepada bagaimana menulis dan menulis. Mencari ide menulis memang katanya susah, sudah susah-susah menulis enggak tau mau diapakan. Dan sebenarnya hambatan calon penulis ketika tidak bisa menyelesaikan tulisannya itu karena mereka tidak tau, setelah selesai mau diapakan tulisan ini? Setelah selesai mau dijadikan apa tulisan ini? Setelah kata ‘SEKIAN’ atau ‘SELESAI’ menjadi akhir sebuah naskah siapa yang akan menerbitkan? Masalah itulah yang menjadi problem para calon penulis dan para penulis. Termasuk saya kadang kala juga begitu.

Akan tetapi saudara-saudara semua! Tenang saja, menulis atau belajar menulis itu seperti belajar menabung, apa yang kita tulis hari ini belum tentu menjadi sesuatu, belum tentu langsung menghasilakan hari ini juga. Menjadi penulis itu harus sabar, seperti sabarnya kita ketika menunggu bus lewat dan meminta telolet itu. Kadang sudah lama nunggu bus pas lewat Pak Sopir nggak mau bunyiin teloletnya, kesel juga sih rasanya, tapi kalau lama nunggu tetapi akhirnya bus yang lewat berbunyi telolet kita pasti girang bukan kepalang. Begitulah menulis, harus sabar dan nanti pasti akan ada hasilnya, nanti suatu kelak pada masanya yang kita tidak tau entah kapan, bisa jadi besok atau lusa.

Tidak jarang penulis menawarkan naskah ke sana kemari berhari-hari, berminggu-minggu bertahun-tahun tidak mendapatkan hasil, tetapi nantinya pasti akan mendapatkan hasilnya. Bahkan, dalam sebulan terakhir saya menulis hampir 15 sinopsis untuk film layar lebar, ketika menulis saya yakin dari tulisan-tulisan saya yang cukup banyak itu, pasti akan ada yang cocok, pasti akan ada produser yang mau. Dan hasilnya, dalam 2 bulan ini saya menulis belasan sinopsis, setiap pagi setelah subuh saya selalu menulis sinopsis, saya kirim ke produser atau sutradara, say amenulis saya kirim ke sutradara atau produser yang saya kenal, begitulah terus menerus tanpa lelah, dan hasilnya? Seperti menunggu bus sambil teriak telolet, saya mengirim sinopsis sambil teriak dalam hati “Om terima Om, terima sinopsis saya!” Dan alhasil dua dari sekian belas sinopsis saya diterima. Girang? Jungkir balik? Ngakak guling-guling? Atau jinkrak-jingkak? Ah silahkah saja anda membayangkan sendiri, bagaimana rasanya saat nunggu bus telelolet dan anda mendapatkan suara itu, bahagianya bukan kepalang.

So? Jadi? Terus? Lalu? Semua kembali kepada kita, siapa yang banyak menulis dialah yang memilik banyak tabungan. Siapa yang banyak menulis dialah yang akan dikenang sepanjang jaman. Siapa yang banyak menulis dialah yang paling berpeluang mendapatkan apa yang dia inginkan. Menulis itu sederhana, bahagai itu juga sederhana, yang sulit adalah konsisten dan tidak mudah menyerah. Dan pagi ini, 24 Desember 2016 artikel berjudul “Ini bukan soal telolet, tapi ini soal menulis” adalah artikel kedua yang saya tulis dalam misi gerakan menulis satu hari satu artikel. Gerakan ini saya harapkan akan menjadi pemacu teman, sahabat dan saudara saya yang ingin menjadi penulis. Tema apa saja bisa dijadikan ide dasar untuk menulis, tinggal mau apa tidak? Terakhir, sebuah parikan untuk anda, “Naik bus Puspa Indah dari Malang ke Jombang, yang lain sudah bisa menulis Indah situ bisa ngapain Bang?” ---- “Numpak bis Puspa Indah katene nang Jombang, duduk manis karo gebetan! Katene nulis ojok kakean alasan, duduk manis terus lakukan!”  


***

TENTANG PENULIS
Endik Koeswoyo, penulis novel, buku dan skenario, lahir di Jombang, saat ini tinggal di Jakarta. Twitter : @endikkoeswoyo Instagram : @endikkoeswoyo Facebook : Endik Koeswoyo 

Kamis, 22 Desember 2016

Om Menulis Om (Gerakan Satu Hari Satu Artikel)



Om Menulis Om
(Gerakan Satu Hari Satu Artikel)

Budaya menulis di Indonesia masih sangat rendah, dukungan pemerintah kepada penulis juga sangat kurang bahkan bisa dibilang tidak ada. Padahal, menulis itu sebuah pekerjaan yang sangat penting dan sangat di butuhkan. Sejarah bisa ditelusuri dan dipahami juga karena adanya bukti tertulis dalam prasasti-prasasti yang ditemukan. Budaya literasi di Indonesia sekali lagi belum memenuhi standar baik itu mutu, baik itu dukungan, baik itu kualitas, baik itu kwantitas dan sebagainya, dan sebagainya.
Negara lain, tidak udah disebuah sebagai negara maju, karena semua negara sama saja, tidak ada itu negara maju atau negara berkembang, semua negara punya cita-cita sama dan berlomba menjadi negara yang baik di mata rakyatnya dan di mata dunia. Kembali lagi kepada literasi, pemerintahan di negara lain banyak yang sudah memiliki lembaga yang khusus menangani masalah buku, penulis atau sebut saja sebagai literasi. Negara tetangga kita saja, memiliki dewan buku, kerjaan mereka jelas, membantu penulis-penulis untuk menciptakan buku-buku yang bagus. Buku bagus itu yang bagaimana? Buku bagus itu yang ditulis dengan hati senang, ditulis dengan tenang, artinya penulis mendapatkan dana riset, dana penelitian, uang kopi, uang listrik, uang makan dan tetek bengeknya, emang nulis nggak perlu biaya? Penulis itu membutuhkan waktu yang tidak singkat, dalam menulis sebuah buku rata-rata penulis akan menghabiskan waktu sekitar 3 bulan, bahkan bisa 3 tahun, nah selama 3 bulan itu mereka makan apa kalau tidak ada support? Bagaimana hasil tulisan bisa bagus kalau masih mikirin makan? Bagaimana tulisan bisa berkualitas kalau untuk riset penulis harus  menyisihkan dan memetong uang jajan anak? Memangkas uang belanja istri? Mengurangi uang makan keluarga? Itu masalahnya.
Standar hidup penulis di Indonesia tidak tinggi-tinggi amat kok, penulis Indonesia ini hampir semuanya sederhana, standarnya juga simple, ketika penulis keluar rumah anak dan istri di rumah tersenyum, itu saja standarnya. Walapun profesi penulis belum bisa dijadikan sandaran hidup, tetapi banyak penulis yang berani mengambil keputusan dan sikap, sebagai penulis full time, tidak menjadikan penulis sebagai sampingan. Resikonya? Resikonya tidak ada asalkan bisa mengatur management, kapan penulis dapat uang, kapan penulis mengelola uang dan kapan penulis harus memikirkan untuk mendapatkan uang lagi dan lagi dari tulisannya. Simplenya begini, dari satu buku penulis harus memilik terget penghasilan, missal 1 buku akan menghasilkan 25 juta, maka silahkan saja dibagi berapa anda ingin digaji setiap bulannya? Anggap saja 5 juta/bulan cukup, maka 1 buku akan mencukupi kebutuhan selama 5 bulan. Kalau satu buku bisa menghasilkan 25 juta, bagaimana kalau satu buku hanya menghasilkan 3 juta saja? Maka rumusnya harus dibalik, menulislah 2 buku dalam sebulan, hehhee… bisa? Bisa saja kalau mau. Bisa tapi susah, tetapi kalau kita memiliki kemampuan menulis, maka sumber pendapatan kita bukan hanya dari buku, bisa dari cerpen atau opini di media cetak atau online. Bisa mendapatkan sumber dari situs-situs internet, bisa menjadi penulis lepas yang menulis artikel untuk online, bisa menjadi penulis bayangan, dan jangan lupa, industri menulis ada di dalam dunia televisi, iklan dan film, kalau penulis bisa masuk ke dalam dunia entertainment yang satu ini, bisa dijamin kehidupan atau keuangan akan mencukupi.
Jangan mengandalkan satu titik, fokus boleh hanya pada buku, tetapi cobalah merambah dunia literasi lainnya. Oh ya, apaan sih literasi itu? Ational Institute for Literacy, mendefinisikan Literasi sebagai "kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat." Definisi ini memaknai Literasi dari perspektif yang lebih kontekstual. Dari definisi ini terkandung makna bahwa definisi Literasi tergantung pada keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan tertentu.
UNESCO menjelaskan bahwa kemampuan literasi merupakan hak setiap orang dan merupakan dasar untuk belajar sepanjang hayat. Kemampuan literasi dapat memberdayakan dan meningkatkan kualitas individu, keluarga, masyarakat. Karena sifatnya yang "multiple Effect" atau dapat memberikan efek untuk ranah yang sangat luas, kemampuan literasi membantu memberantas kemiskinan, mengurangi angka kematian anak, pertumbuhan penduduk, dan menjamin pembangunan berkelanjutan, dan terwujudnya perdamaian. Buta huruf, bagaimanapun, adalah hambatan untuk kualitas hidup yang lebih baik.
Pertanyaan lainnya, bagaimana mulai menulis? Kapan mulai menulis? Bagaimana caranya menulis? Ini adalah pertanyaan kuno, pertanyaan absurd yang sebenarnya tidak perlu dijawab. Bagaimana memulai menulis? Baca bismillah duduk manis, mulailah menulis, tidak ada cara lain selain itu? Jawabnya tidak, duduk manis dan menulislah. Kapan mulai menulis? Sekarang, ya, jawabnya adalah sekarang tidak bisa menunggu besok atau entar. Cara menulis? Bisa di ketik, ditulis tangan, ditulis dengan handphone, ya begitulah caranya. Tulislah apa yang ingin anda tulis. Contoh sederhana memulai menulis adalah dengan yang dekat dengan kita, kucing kita mungkin, kursi kita mungkin, masakah ibu kita mungkin, gelas kesayangan kita mungkin, sepatu kita juga bisa. Itinya tulislah yang dekat dan sangat mudah untuk kita pahami. Belajar menulis artikel yang sederhana, mengulas produk-produk yang kita pakai sehari-hari adalah cara paling mudah mengasah kemampuan menulis. Untuk anda yang baru memulai, belajarlah menulis artikel atau opini tentang benda-benda di sekitar anda, benda yang bisa anda sentuh dan anda lihat, sehingga mudah membuat tulisan tentang benda itu, tinggal menulisnya dengan cara yang berbeda, suka-suka anda.
Dunia sudah serba modern, bukan saatnya kita berpangku tangan kemudian membisu asik dengan gadget masing-masing, dunia sudah modern jangan hanya menjadi pembaca ponsel, tetapi maafkan media online untuk menunjukkan karya tulis yan keren. Biasakan menulis 1 hari satu artikel pendek, kalau artikel itu temanya menyambung dalam 30 hari sudah bisa jadi sebuah buku. Simple saja, menulis 2 jam sehari sangat pas untuk siapa saja, tidak perlu lama-lama, tetapi jangan juga terlalu singkat. Isu-isu yang sedang ramai dibicarakan juga bisa dijadikan tema menarik tulisan kita.
Sebenarnya arah tulisan ini mau kemana? Tergantu anda mau membawa arahnya kemana. Yang jelas tulisan ini hanya sebuah opini singkat tentang budaya literasi di Indonesia yang masih sangat kurang. Jumlah buku yang diterbitkan setiap bulannya juga masih sangat kurang, dan lagi perpustakaan dan toko buku semakin sepi, tergerus peradaban modern katanya. Padahal buku adalah jendela dunia yang harus tetap bertahan dan harus dipertahankan. Kalau saja ada 100 penulis yang bisa bersatu menghasilkan karya-karya yang luar biasa, maka pergerakan buku di Indonesia pastilah akan menanjak. Hasilnya pasti akan sangat luar biasa, apalagi ada dukungan pemerintah. Dukungan yang bagaimana? Simple, missal penulis-penulis mengajukan ide atau outline tulisan kepada lembaga pemerintah yang bertanggung jawab mengenai buku, kemudian jika ide atau outline itu memang layak diterbitkan, minimal pemerintah memberikan support dana kepada penulis, misal satu buku yang diajukan membutuhkan waktu 6 bulan, selama 6 bulan ini, penulis digaji pemerintah, dan pemerintah akan mendukung penerbit yang menerbitkan buku tersebut, didukung secara promosi salah satunya pasti akan menjadi buku yang bagus. Melihat negara tetangga, di sebelah kita, mereka sudah melakukan itu, naskah atau outline dari penulis diajukan ke dewan buku, kemudian dibaca oleh dewan buku, kalau naskah outline itu dinilai bagus, walaupun isinya mengkritik pemerintahan akan dibiayai, dari proses penelitian, penulis, penerbitan dan proses penjualan akan didanai oleh pemerintah, ini sangat menarik bukan?
Sudahlah, tidak usah bermimpi yang muluk-muluk, sekarang ini kita harus bergerak, mulailah menulis dengan menjadikan budaya membaca buku sebagai pilihan utama. Dengan banyak membaca kita akan bisa banyak menulis. 

---
TENTANG PENULIS
Endik Koeswoyo, penulis novel, buku dan skenario, lahir di Jombang saat ini tinggal di Jakarta. Twitter: @endikkoeswoyo Instagram : @endikkoeswoyo  Facebook : Endik Koeswoyo 


Kamis, 09 Oktober 2014

Tips Menulis Skenario dengan “METODE PIRAMIDA CERITA”

Tips Menulis Skenario 

dengan “METODE PIRAMIDA CERITA”

Oleh : Endik Koeswoyo

                Assalamualaikum.... perkenalkan saya Endik Koeswoyo. Heheh jangan terlalu seriuslah ya... Oke, kita mulai dengan yang sederhana dulu. Banyak pertanyaan kapan saya tidur? Ketika kicauan saya ditwitter hampir 24 jam non stop pasti banyak yang bertanya kapan saya tidur? Heheh... teknologi sudah canggih, kita bisa ngetwit 1 tahun ke depan dalam sehari.  Sebagai penulis skenario, penulis buku dan penulis novel saya di tuntut untuk mampu menulis dalam hitungan jam, bukan hitungan hari apalagi hitungan bulan. Untuk sebuah skenario Sinetron misalnya, waktu yang diberikan kepada penulis rata-rata 6 sampai 10 jam. Biasanya saya menulis scene plot dengan jumlah rata-rata 65 scene plot dalam waktu 3 jam, jam 4 sampai jam 6 pagi, kemudian scene plot itu saya email ke asisten untuk dirapikan menjadi skenario, jam 10 siang biasanya skenario sudah jadi, saya revisi lagi jam 10 sampai jam 12 siang. Jam 1 siang sudah di kirim ke produser, ada revisi dan lain-lain, maksimal jam 8 malam sudah dikirim ke lokasi untuk syuting besok pagi.  

                Berbeda dengan sebuah FTV atau sebut saja Bioskop Indonesia Trans TV, waktunya lebih panjang. Misal senin sinopsis di ACC, penulis skenario dikasih waktu 2 hari membuat scene plot, saya biasanya selesai 1 hari membuat 80 scene plot untuk Bioskop Indonesia, kemudian dari scene plot tersebut menunggu revisi dari Tim Penulis Trans TV, biasanya Rabu sudah dapat revisian dari pihak Trans TV. Rabu dan Kamis, scene plot tersebut saya kembangkan menjadi skenario, biasanya Jumat Subuh sudah saya email untuk Technical Meeting Jum’at siang. Jumat malam Sabtu revisi hasil TM, Sabtu pagi di email lagi untuk mendapatkan Draf Final atau ACC pihak Trans TV. Minggu syuting deh.

                Berbeda pula dengan film, biasanya penulis dikasih waktu sekitar 3 bulan untuk menulis sekenario draf 1, kemudian revisi-revisi lagi selama 2 atau 3 bulan. Jadi ada perbedaan mencolok antara Sinetron, FTV dan FILM, kelihatan sih dari waktu penulisannya, Sinetron 6 jam, FTV 6 hari, Film 6 bulan, proses poroduksinya juga beda, sinetron ya sehari itu harus selesai, FTV biasanya 3 sampai 5 hari syuting, film rata-rata 15 sampai 30 hari syuting.

                Nah udah taukan seluk beluk penulisan skenario, sekarang gimana ngakalinya biar otak dan pikiran kita nggak mandek? Nggak macet? Nggak mati ide? Setelah beberapa tahun menjadi penulis Novel, skenario sinetron, FTV dan FILM saya menemukan sebuah metode dasar yang saya sebut METODE PIRAMIDA CERITA. Secara umum memang metode yang sudah ada baik di Holywood, Bolywood maupun Dollywood (maaf ini nggak tau dari mana asalnya) semua rata-rata menggunakan dasar penulisan 3 Babak 8 Squence. Tapi format 3 babak ini cukup sulit untuk menjelaskannya, kalau tidak live. Dalam beberapa workshop penulisan saya sering menjelaskan metode 3 babak 8 squence tetapi nggak nggampang nyantolnya.

            Untuk itulah, saya mencoba mencari-cari metode yang lebih mudah untuk diajarkan, baik langsung tatap muka ataupun via teknologi email, whatsaap dan sejenisnya. Kebetulan saya juga aktif menjadi mentor temen-temen di JARINGAN PENULIS INDONESIA, rata-rata masih anak-anak muda yang baru aktif menulis tetapi sudah sangat mencintai dunia tulis menulis. Untuk itulah METODE PIRAMIDA CERITA ini saya buat untuk diaplikasikan dalam penulis nove atau skenario. Berikut ini langkah-langkah mengaplikasikan Metode Piramida Cerita. Rumus METODE PIRAMIDA CERITA sangat sederhana PC = 1 x 2 artinya Peramida Cerita adalah pengembangan sederhana setiap 1 point yang sudah kita buat dikembangkan menjadi 2 point, begitu seterusnya.

1.       Tentukan Tema Umum

2.       Buatlah sebuah sinopsis dengan kelengkapan “ASIBIMEGA” sebagai berikut

a.       Apa

b.      Siapa

c.       Dimana

d.      Bilamana

e.      Mengapa

f.        Bagaimana

3.       Kembangkan sinopsis yang sudah kita buat itu menjadi 8 bagian konflik penting

4.       Kembangkan 8 konflik penting itu menjadi 16 sub konflik

5.       Kembangkan 16 sub konflik menjadi 32 point cerita

6.       Kembangkan 32 point cerita menjadi 64 scene plot

7.       Kembangkan 64 scene plot menjadi skenario sesuai kebutuhan (sinetron 60 sampai 65 scene, FTV 70 sampai 80 scene, Film 90 sampai 100 scene)

8.       Baca ulang dan rapikan

Jika langkah-langkah tersebut sudah bisa dilakukan, In Syaa Allah kita akan bisa dengan mudah menulis tanpa harus mati ide. Penasaran? Yuk gabung dengan JARINGAN PENULIS INDONESIA untuk mendapatkan contoh dan aplikasi menulis dengan metode PIRAMIDA CERITA. Metode ini juga bisa digunakan untuk menulis novel atau buku yang tebalnya ratusan halaman.

Oh ya mungkin anda masih meragukan metode ini? Oke saya menggunakan metode ini untuk menulis skenario Sinetron Tendangan Dari Langit RCTI. Skenario Sinetron Berkah RCTI Skenario. Saya gunakan untuk menulis Skenario Sinteron Akibat Pernikahan Dini RCTI. Saya gunakan juga untuk menulis Sinetron TAFAKUR CINTA Indosiar. Saya gunakan untuk menulis TVM Kedurung Dari Ustadz RCTI. Dan puluhan judul Bioskop Indonesia Trans TV ; Panggilan Tak Terjawab, Lukisan Merah, Nyanyian Malam, Putri Matahari dll. Juga saya gunakan untuk menulis skenario film Layar Lebar Me And You Vs The World RAPI FILM, Kesurupan Setan Ganesa Film, Erau Kota Raja East Cinema, Cerita Cinta Buana Lestari Entertaint. Juga saya gunakan untuk menulis puluhan judul novel. Hehehhe... semoga tidak ragu.



CONTOH APLIKASI METODE PIRAMIDA CERITA

1.       Gelas AJAIB yang bisa merubah susu kambing menjadi emas (tema utama atau ide cerita)

2.       Buatlah sinopsis dengan tema gelas ajaib yang bisa merubah susu kambing menjadi emas



SINOPSIS GELAS AJAIB

Anu adalah pemuda miskin yang baik hati. Hari itu Anu bingung, kerena sahabatnya Ana sedang sakit dan butuh uang banyak untuk operasi. Malam itu Anu menemukan sebuah Gelas Ajaib di sebuah jalan dekat rumahnya. Rumah itu berada di sebuah perkampungan sederhana di kota Jakarta. Pada suatu malam, ketika Si Anu sedang jalan kaki, dia melihat gelas yang menyala. Dengan rasa takut, Anu mengambilnya. Aneh, setelah dipegang gelas itu tidak lagi menyala, tetapi berganti aroma harum seperti candu.

Gelas dibawa pulang dengan rasa penasaran, tetapi Anu belum menemukan sesuatu yang aneh ketika gelas itu ditunjukkan kepada temannya, Ana. Ana merasa gelas itu hanya gelas biasa, nggak ada yang aneh. Tetapi, setelah gelas itu diisi air, muncullah keganjilan. Wusss... air di dalam gelas membentuk sebuah pusaran hebat dan air muncrat keluar. Anu dan Ana bingung, mengapa gelas itu tidak mau menerima air? Mereka berdua sangat penasaran.

Rasa penasaran belum hilang, muncullah nenek sihir tua, sebut saya namanya Nenek Ani. Nenek Ani meminta gelas itu. Hingga akhirnya Ana dan Anu tau kalau gelas yang ditemukan Anu adalah gelas ajaib. Gelas yang bisa menghasilkan jutaan koint emas jika diisi dengan air susu kambing. Lalu apakah yang akan terjadi selanjutnya? Mampukah Anu dan Ana mempertahakan gelas itu? Bagaiman kisah selanjutnya?

3.       Dari sinopsis di atas silahkan di kembangkan menjadi 8 konflik utama;

a.       Anu adalah pemuda miskin yang baik hati. Hari itu Anu bingung, kerena sahabatnya Ana sedang sakit dan butuh uang banyak untuk operasi. Malam itu Anu menemukan sebuah Gelas Ajaib di sebuah jalan dekat rumahnya. Rumah itu berada di sebuah perkampungan sederhana di kota Jakarta. Pada suatu malam, ketika Si Anu sedang jalan kaki, dia melihat gelas yang menyala. Dengan rasa takut, Anu mengambilnya. Aneh, setelah dipegang gelas itu tidak lagi menyala, tetapi berganti aroma harum seperti candu.Gelas apakah itu sebenarnya?



b.      Gelas dibawa pulang dengan rasa penasaran, tetapi Anu belum menemukan sesuatu yang aneh ketika gelas itu ditunjukkan kepada temannya, Ana. Ana merasa gelas itu hanya gelas biasa, nggak ada yang aneh. Tetapi, setelah gelas itu diisi air, muncullah keganjilan. Wusss... air di dalam gelas membentuk sebuah pusaran hebat. Anu dan Ana bingung, mengapa gelas itu tidak mau menerima air? Mereka berdua sangat penasaran.



c.       Rasa penasaran belum hilang, muncullah nenek sihir tua, sebut saya namanya Nenek Ani. Nenek Ani meminta gelas itu.  Tetapi Aneh, Nenek Ani tidak mampu menggunakan ilmu sihirnya di dedekat gelas itu. Sihirnya seolah menghilang. Nenek Ani mengatakan kalau gelas itu miliknya, gelas itu bisa merubah susu kambing menjadi emas. Anu harus menyerahkan gelas itu ke Nenek Ani. Tetapi Anu tidak mau, karena Nenek Ani orang jahat dan dia menemukan gelas itu di jalanan.



d.      Ana dan Anu selamat dari Nenek Ani, mereka kabur ke kantor polisi. Tetapi di kantor polisi mereka malah ditertawakan, karena laporan mereka tidak masuk akal. Mana ada gelas bisa merubah susu kambing jadi emas? Anu dan dan Ana tidak mampu membuktikan hal itu.



e.      Bikin point KONFLIK LANJUTAN dari point d



f.        Bikin point KONFLIK LANJUTAN dari point e



g.       Bikin point KONLIK LANJUTAN dari point f



h.      Konflik mendekati ENDING



4.       Teruskan langkah ke 4 sampai langkah ke 8




TENTANG PENULIS



Endik Koeswoyo penulis skenario, buku dan novel ini lahir di kota Jombang. Pernah mengeyam pendidikan di SMU 2 Banjarmsin, SMU Negeri 1 Sutojayan. Pernah kuliah di AKINDO Yogyakarta dan saat ini sedang menyelesaikan S1 Ilmu Politik di Universitas Bung Karno Jakarta. Gemar menulis sejak Sekolah Dasar. Saat kelas 3 SD di SDN Wonosalam IV Endik Koeswoyo sudah bisa menulis cerita pendek dan dibacakan di depan kelas. Ketika sekolah di SLPN Wonosalam I dia juga aktik menulis untuk mading bahkan sering dimarahi gurunya karena menempel tulisannya di jendela kaca kelasnya. 

Hingga tahun 2014 Endik Koeswoyo sudah menulis 23 judul novel dan Buku. Hijrah ke Jakarta tahun 2012 untuk menulis Sinetron di Sinemart PH Jakarta. Menurutnya kesempatan datang sekali selebihnya adalah kerja keras yang cerdas. Keputusannya ke Jakarta saat itu karena dia diajak oleh Fajar Nugros, "Fajar Nugros adalah orang pertama yang memberi kesempatan ke saya untuk menulis skenario sinetron dan film, dari kesempatan yang diberikan Fajar itulah saya bisa menjadi penulis skenario seperti sekarang" begitulah tuturnya dibeberapa kesempatan. Saat ini Endik Koeswoyo aktif menulis FTV dan Bioskop Indonesia Trans TV. Saat ini memutuskan menjadi penulis freelance. Beberapa film layar lebar yang pernah dia tulis skenarionya "ME And You Vs The Wolrd, Kesurupan Setan. Segera rilis diakhir tahun 2014 film "Cerita Cinta" dan "Erau Kota Raja" adalah skenario film yang dia tulis dan akan tayang di Bioskop Indonesia dan Malaysia akhir tahun 2014.  

Untuk mengenal penulis lebih jauh, silahkan mampir ke BLOG Pribadinya : www://endik.seniman.web.id 

Twitter: @endikkoeswoyo






MANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER

CARA MUDAH MEMBUAT SINOPSIS FTV

CARA MUDAH MEMBUAT SINOPSIS FTV 
Oleh : Endik Koeswoyo
Dear Teman-teman anggota JPI, berikut saya postingkan sebuah tulisan bagiamana membuat Sinopsis FTV atau Bioskop Indonesia yang mudah dan enak. Sinopsis adalah peluru, sinopsis adalah ujung tombak, dari sinopsis satu atau dua halaman itulah yang akan menjadi penentu ide cerita kita akan diterima atau tidak. Jadi perhatikan baik-baik bagaimana membuat sinopsis yang unik dan menarik sehingga diterima pihak Production House atau pihak Televisi.
Jadi silahkan di ikuti langkah-langkah sederhananya sebagai berikut.

1. Membuat Sinopsis jangan terlalu panjang, 2 sampai 3 halaman saja, usahakan 2 halaman sudah cukup.

2. Unsur utama sinopsis standar adalah 3 Babak 8 Skuence, di Mana ada 3 masalah

utama (3 babak) 1. Pengenalan, 2. Konflik dan yang ke 3 adalah Ending.

3. Ada 6 unsur penting harus ada, saya menyebutnya ASDIBIMEGA (Apa, Siapa,

Dimana, bilamana, mengapa, dan bagaimana. Nah intinya sebuah sinopsis mampu

menjawab 6 pertanyaan tersebut.

-Apa? Apa sebeneranya yang terjadi? Ini pokok masalahnya.

-Siapa? Siapa saja tokohnya?

-DImana? Dimana sih kejadian ini? Sebuah kampung? Sebuah desa? Atau sebut saja

ini adalah setingnya.

-BIlamana? Kapan kejadian itu berlangsung? Menjelaskan tentang waktu demi waktu

kejadian.

-MEngapa semuanya terjadi? Pasti ada sebab akibatnya.

-BaGAimana? Nah ini hanya masalah ending, bagaimana akhirnya?
Sebenarnya tidak begitu sulit dalam membuat sinopsis, hanya saja butuh kejelian dalam menyusun rangkaian cerita. Berikut ini adalah contoh sinopsis yang pernah saya buat dan di terima oleh Production House dan Pihak Televisi.

Sinopsis
Bioskop Indoesia Premire
TRANS TV
“PUTRI MATAHARI”
Ide Cerita & Skenario
 Endik Koeswoyo
PEMAIN INTI:
1. LIAN (Putri Matahari) 24 tahun, Mahasiswi, keturuan Dewa Matahari. Konon kakeknya bernama SHAIMING yang artinya Sinar Matahari.
2. PANGERAN LEI (Pangeran Guntur) 25 Tahun, putra Mahkota Kerajaan Langit Barat, pengatur hujan.
3. PENGARAN FENG (Pangeran Angin) 26 tahun. Putra Mahkota kerajaan Langit Timur, pengatur angin.
4. PANGLIMA HAIYAN 27 tahun, pengawal setia Pangeran FENG. Turun ke bumi bersama pangeran FENG untuk menggagalkan rencana Pangeran LEI membawa Putri LIAN ke langit.
5. RICO (25 tahun) teman kuliah LIAN, naksir sama LIAN.
6. AINI, (24 tahun)sahabat LIAN, teman kuliah LIAN yang tinggal di rumah LIAN.
FIGURAN:
1.  RAJA LONG RAJA KERAJAAN LANGIT BARAT, AYAH PANGERAN LEI.
2.  TABIB KERAJAAN LANGIT BARAT(2 orang)
3.  PENGAWAL RAJA LONG/PRAJURIT ISTANA LANGIT(10-20 orang)
4.  Teman Kuliah LIAN (5-10 orang)
SET LOKASI
1. KAMAR TIDUR RAJA LONG di kerajaan Langit, set Kerajaan Langit.
2. Rumah LIAN, adegan akan banyak di sekitar rumah ini.
3. Rumah AINI, untuk persembunyian LIAN dan Pangeran LEI saat dikejar-kejar musuh.
4. Kampus, untuk iteraksi semua pemain.
5. Kantin Kampus.
6. Café
7. Jalanan, untuk beberapa adegan action, kejar-kejaran, atau perkelahian.
 Sinopsis(hanya 2 halaman word, font Courire New spasi 1)
Pangeran LEI (Pangeran Guntur –LEI- artinya Guntur) 25 tahun mendapat tugas berat untuk mencari "Putri Matahari" satu-satunya orang dari Bumi yang bisa mencabut anak panah yang menancap di dada Raja LONG (-LONG- artinya Naga) penguasa Kerajaan Langit Barat, kerajaan pengendali hujan, Sang Naga (Long) sedang dalam keadaan ktitis dikarenakan setelah peperangan dengan Kerajaan Langit Timur, kerajaan pengendali angin Raja Long terkena panah sakti dari musuh. Di kamar Raja Long, 2 orang tabib istana tidak mampu mengobati Raja Long, satu-satunya cara agar Raja Long selamat dan adalah dengan mencabut anak panah yang menancap di dada Sang Raja, dan yang bisa melakukan itu hanyalah “Putri Matahari” yang berada di Bumi. Sehingga dengan nafas tersengal-sengal hampir mati, Raja Long memerintahkan Pangeran LEI untuk turun ke bumi bersama hujan esok pagi. Pangeran Lei yang sehari-hari bertugas mengatur hujan ini akhirnya berangkat ke Bumi, mencari “Putri Matahari”. Pangeran akan segara berangkat, membawa manusia dari Bumi ke Kerajaan langit bukan hal sulit baginya. Tetapi kedua tabib bilang tidak mudah, karena “Putri Matahari” harus iklas dan rela di bawa dari Bumi, karena jika Putri Matahari tidak mau, Pangeran LEI tidak akan sanggup memaksa Putri Matahari.
Keesokan harinya, bersama hujan dan kilatan petir dan suara Guntur yang menggelegar Pangeran LEI muncul di bumi. Pangeran LEI turun dari langit tepat di depan rumah LIAN. Akhirnya Pangeran LEI menemukan LIAN “Putri Matahari” yang dicarinya. LIAN kaget ada orang aneh, hujan-hujan gini datang entah dari mana tiba-tiba menyapanya, dan berlutut layaknya prajurit Cina menghormati Putri Raja, “Qing wen, ni shi LIAN ma?” mendapat perlakuan aneh dan bahasa aneh, LIAN bingung, dia nggak ngerti bahasa Mandarin. Setelah berusaha menjelaskan, akhirnya Pangeran LEI membaca mantra, dia lalu bisa berbahasa Indonesia, sedikit kaku jadinya lucu. Pangeran LEI langsung menjelaskan pokok permasalahannya, tetapi jelas saja LIAN tidak percaya.
Kini, tugas berat Pangeran LEI adalah meyakinkan kepada LIAN kalau LIAN adalah satu-satunya orang yang bisa menyelematan Bumi dari kekeringan. Karena jika Kerajaan Langit Barat di khayangan kalah oleh Kerajaan Langit Timur, maka hujan tidak akan pernah turun ke Bumi dan Matahari akan bersinar selamanya, tidak akan ada malam karena Matahari tidak bergeser ke Langit Barat, kerajaan Langit Timur Ingin menguasai matahari, sumber kehiduoan di seluruh jagad semesta. Mendengar cerita Pangeran LEI, LIAN tidak percaya dan menganggap LEI adalah orang gila, pakaiannya saja kayak pemain opera, merah menyala dan bawa bendera-bendera di punggungnya, bawa pedang dan pakai mahkota, bukannya percaya Lian malah takut. LIAN buru-buru teriak-teriak minta tolong ke AINI sahabatnya, AINI muncul, tetapi Pangeran LEI segera bersembunyi. AINI jadi aneh melihat LIAN yang jadi aneh gara-gara pangeran LIAN.
Singkat Cerita, Pangeran LEI dengan dandanan anehnya terus mengikuti LIAN, kemanapun LIAN pergi. Hal itu menyebabkan LIAN jadi aneh sendiri, heran dan juga penasaran. AINI juga heran, kalau orang itu jahat pasti sudah berbuat jahat, tetapi enggak jahat. Bahkan AINI sengaja menjatuhkan uang saat jalan, nggak diambil juga sama Pangeran LEI. LIAN lalu kasih makanan, nggak di makan sama Pangeran LEI. LIAN dan AINI makin bingung, di manapun LIAN berada, pengeran LEI selalu ada di dekat mereka. Aneh.
Di kampus, LIAN yang terus diikuti Pangeran LIAN jadi perhatan anak-anak yang lain, jadi bahan tertawaan, termasuk oleh RICO. RICO semula menganggap kalau Pangeran LEI orang gila, sama seperti anak-anak yang lain. Pangeran LEI menjelaskan semuanya ke RICO tetapi RICO malah mengusir Pangeran LEI, jangan deket-deket sama LIAN. Pangeran LEI tidak mau pergi, RICO berniat melindungi LIAN, dia mengusir dengan cara kasar, tetapi sekali pukul RICO terlempar jauh. Pingsan. Semua kaget. LIAN lalu menenangkan Pangeran LEI yang terlihat marah ke RICO. Melihat kenyataan itu, melihat kekuatan super yang dimiliki pangeran LEI, LIAN semakin penasaran.
Di rumahnya, LIAN semakin kacau hidupnya karena muncul dua orang aneh lain, yang menggagu kehidupannya, mereka adalah Pangeran FENG dan anak buahnya PANGLIMA HAIYAN. Pangeran FENG dan PANGLIMA HAIYAN meneror LIAN. Terjadi perkelahian sengit antara Pangeran FENG dan Pangeran LEI. LIAN semakin syok, hidupnya semakin aneh dengan 3 orang aneh yang mengikutinya terus.
Singkat cerita, LIAN mulai yakin dengan apa yang dikatakan yang dikatan Pangeran LEI. Tetapi, untuk sembunyi dari musuh mereka Pangeran FENG dan Panglima HAIYAN, LIAN akhirnya merubah penampilan Pangeran LEI menjadi pemuda dengan kostum yang berbeda.
Di kampus, teman-teman LIAN kaget, terlebih RICO yang melihat LEI menjadi pemuda yang keren. RICO masih penasaran, AINI juga semakin bingung dengan apa yang terjadi.
Pangeran LEI terus meyakinkan LIAN untuk mau di ajak ke langit, karena hanya LIAN yang bisa mencabut panah dan menyembuhkan RAJA LONG ayahnya. Jika Raja Long sampai meninggal, kerajaan Barat akan hancur, karena hanya RAJA LONG yang bisa melawan RAJA dari kerajaan langit timur. LIAN pelan tapi pasti mulai jatuh hati dengan pengaran LEI yang sudah berubah penampilannya. Apalagi pangeran LEI beberapa menyelamatkan LIAN dari ulang Pangeran FENG dan panglima HAIYAN. Pangeran LEI menjadi pahlawan di mata LIAN. Waktu semakin mepet, mereka harus segera pergi ke langit.
Suatu malam, LIAN menyatakan dirinya mau pergi ke langit bersama pangeran LEI, tetapi saat pangeran LEI mengajak naik ke langit, mereka tidak bisa naik kelangit. Rupanya LIAN belum iklas. Apa yang diharapkan LIAN agar LIAN iklas mau ke langit? LIAN bilang, kalau dia ingin kembali ke bumi bersama Pangeran LEI… Pangeran LEI bingung, sementara itu musuh mereka Pangeran Feng dan Panglima Haiyan terus menyerang Pangeran LEI. Akhirnya,pangeran LEI menyanggupi permintaan LIAN. Dia akan kembali ke bumi bersama LIAN. LIAN senang, dia iklasdi bawa ke langit. Sekali hentak, tubuh keduanya lenyap (efeknya mungkin kayak film JUMPER).
Pangeran LEI dan LIAN muncul secara tiba-tiba di kamar Raja LONG. Di sini tabib langsung meminta LIAN untuk mencabut panah yang menancap di dada Raja LONG. Aneh bin ajaib, panah tercabut dan RAJA LONG yang sudah sekarat itu langsung sembuh dan langsung gagah berani, sehat dan lukanya hilang. Pangeran LEI dan seluruh prajurit yang di ruangan itu bersykur bahagia dan berlutut memberi hormat. RAJA LONG akan mengabulkan apapun yang diminta LIAN. LIAN tidak minta apa-apa dia sennag bisa membantu RAJA LONG, tetapi Pangeran LEI yang minta hadiah, dia minta ijin untuk turun ke Bumi, menikah dengan LIAN dan menjaga LIAN. Raja mengijinkan, karena LIAN adalah orang yang tulus, dari LIAN akan lahir pahlawan baru…. LIAN dan Pangeran LEI senang, bahagia. Tetapi RAJA LONG punya satu sarat untuk putranya, Raja Long melarang Pangeran LEI untuk menggunakan kekuatannya di Bumi, Pangeran Lei bertanya kenapa? Shòu rén yǐ yú bùrú shòu rén yǐ yú —— Lebih baik mengajarkan orang bagaimana memancing daripada langsung memberinya ikan. Belajarlah jadi manusia yang baik, kata Raja sambil tertawa senang. Semua senang. -SEKIAN-
SILAHKAN LIHAT HASIL BI TTV PUTRI MATAHARI DI YOTUBE 
 TENTANG PENULIS

Endik Koeswoyo penulis skenario, buku dan novel ini lahir di kota Jombang. Pernah mengeyam pendidikan di SMU 2 Banjarmsin, SMU Negeri 1 Sutojayan. Pernah kuliah di AKINDO Yogyakarta dan saat ini sedang menyelesaikan S1 Ilmu Politik di Universitas Bung Karno Jakarta. Gemar menulis sejak Sekolah Dasar. Saat kelas 3 SD di SDN Wonosalam IV Endik Koeswoyo sudah bisa menulis cerita pendek dan dibacakan di depan kelas. Ketika sekolah di SLPN Wonosalam I dia juga aktik menulis untuk mading bahkan sering dimarahi gurunya karena menempel tulisannya di jendela kaca kelasnya. 

Hingga tahun 2014 Endik Koeswoyo sudah menulis 23 judul novel dan Buku. Hijrah ke Jakarta tahun 2012 untuk menulis Sinetron di Sinemart PH Jakarta. Menurutnya kesempatan datang sekali selebihnya adalah kerja keras yang cerdas. Keputusannya ke Jakarta saat itu karena dia diajak oleh Fajar Nugros, "Fajar Nugros adalah orang pertama yang memberi kesempatan ke saya untuk menulis skenario sinetron dan film, dari kesempatan yang diberikan Fajar itulah saya bisa menjadi penulis skenario seperti sekarang" begitulah tuturnya dibeberapa kesempatan. Saat ini Endik Koeswoyo aktif menulis FTV dan Bioskop Indonesia Trans TV. Saat ini memutuskan menjadi penulis freelance. Beberapa film layar lebar yang pernah dia tulis skenarionya "ME And You Vs The Wolrd, Kesurupan Setan. Segera rilis diakhir tahun 2014 film "Cerita Cinta" dan "Erau Kota Raja" adalah skenario film yang dia tulis dan akan tayang di Bioskop Indonesia dan Malaysia akhir tahun 2014.  

Untuk mengenal penulis lebih jauh, silahkan mampir ke BLOG Pribadinya : www://endik.seniman.web.id 

Twitter: @endikkoeswoyo
 


MANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER